Penjual zaman sekarang

  

Berada di kota itu memang sudah seperti berada di neraka. Tak ada yang ingin panas. Tak ada yang ingin dirugikan.

Kejadian ini adalah ketika saya mau membeli joystick USB untuk laptop saya.

Saya yang terburu-buru mau pulang ke kampung halaman pun tak ingin lama-lama dalam membelinya. Kata teman, harganya sekitar  Rp 60000,- lebih.(yang double)

Tetapi, di toko ini harganya kok murah. Harganya hanya Rp 50000,-

Tentu saja saya yang tertarik langsung membelinya. Dan membawanya pulang ke kos terlebih dahulu. Mau saya coba sebelum saya bawa pulang ke kampung halaman.

Ketika saya buka, kondisi joystick tidak masuk akal. Bungkusnya saja kelihatan cukup bagus, tetapi isinya adalah joystik yang kondisinya parah. Angka-angkanya sudah terhapus (menandakan bahwa sudah digunakan dalam waktu yang lama), ada tombol yang tenggelam. Tidak bisa digunakan.

Tentu saja saya kembali ke toko tersebut, karyawan toko pun terlihat senyum-senyum saja melihatnya. Kayaknya mereka sudah merencanakan hal ini.

Saya tidak mau tahu, saya mau ditukar dengan barang yang masuk akal dan bisa digunakan. Tetapi mereka menjawab barang sudah tidak ada. Adanya yang lebih mahal.


Tentu saja saya protes dengan nada keras. Kenapa barang seperti ini dijual. Barang yang tidak bisa digunakan kok dibungkus dengan yang baru dan dijual lagi.

Apa jawaban mereka, mereka bilang tidak tahu kondisi barang. Kami hanya menjual.


Saya pun yang memang mencari yang murah, tidak terlalu mahal, meminta untuk batal tidak membeli. Tetapi, mereka tetap bilang kalau tidak bisa. Karena sudah dibeli. Kami hanya bisa menggantinya dengan membeli barang yang lain.

Tetapi memang saya tetap protes, karena saya merasa ditipu.


Akhirnya dengan nada keras, saya suruh untuk memanggil bos nya. Dan akhirnya dalam beberapa lama mereka mau mengembalikan uang saya.


Inilah pengalaman saya.


Modus penjualannya adalah menjual barang yang sudah tidak bisa digunakan (barang bekas), dengan bungkus masih baru, dengan tujuan supaya pembeli kembali lagi dan menukarkan barangnya, karena barang tidak ada, ditawarkan barang-barang yang lebih mahal.

Dan tentu saja mau tidak mau kita harus membeli barang mahal tersebut.

Karena ketika awal membeli tadi tidak ada perjanjian bahwa barang yang sudah dibeli boleh dikembalikan.


Penjual bangsat.

Tidak mengutamakan untuk memuaskan pembeli. Yang diutamakan hanyalah keuntungan yang besar.

Tulisan Terbaru :

  

5 thoughts on “Penjual zaman sekarang

    1. memang keterlaluan.. bungkusnya kelihatan bgus.. scra logika, klo bngkusnya bgus, psti dlmnya jg bru kn.
      Tp nyatanya, dlmnya itu brang bkas. Udh g bsa dpke (ada tmbol yg tdk bisa)..
      Pkoknya hati2 gan klo beli apa pun skrg.. Lhat segelnya bnr2.. Jgn tkut utk nglawan klo kita memang dirugikan..

    1. Iya Gan… Kita benar-benar harus hati-hati ketika bertindak, entah itu membeli, berkenalan dengan orang, menerima sesuatu dari orang, dsb. Ini pengalaman berharga bagi saya gan.. Ngerasain banget hidup di desa dengan hidup di kota..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s